Rahasia Alam Ghaib & Akhirat : Jawaban Anggota Badan Ketika Ruh Akan Di Cabut
Rahasia Alam Ghaib & Akhirat : Jawaban Anggota Badan Ketika Ruh Akan Di Cabut

Rahasia Alam Ghaib & Akhirat : Jawaban Anggota Badan Ketika Ruh Akan Di Cabut


Di ceritakkan dalam suatu hadits, ketika Allah akan mencabut nyawa hambaNya, Malaikat Maut mendatangi hamba tersebut pada mulut untuk mencabut nyawanya, maka keluarlah dzikir dari mulut tersebut dan berkata : "Tidak ada jalan bagimu (untuk mencabut nyawa) dari arah sini" lama sekali lisannya berdzikir kepada Allah.
Maka Malaikat Maut kembali menghadap kepada Allah dan mengatakannya apa yang terjadi.
Lalu Allah SWT Berfirman : "Cabutlah nyawanya dari arah lain!"

Maka datanglah Malaikat Maut pada tangan, keluar shodaqoh dari tangan seraya berkata : "Tidak ada jalan bagimu (untuk mencabut nyawanya), sesungguhnya dia bershodaqoh menggunakkan aku (tangan) banyak sekali, dan dia mengusap kepala anak yatim, menulis ilmu dengan qalam (pena), dan memukul orang-orang kafir menggunakkan aku (tangan).

Lalu dtanglah Malaikat Maut pada kaki, dan kaki berkata : "Tidak ada jalan untukmu dai arahku (kaki), sesungguhnya dia berjalan untuk sholat berjamaah, sholat hari raya, mendatangi majelis ilmu dan ta'lim dengan aku (kaki)".

Kemudian Malaikat Maut mendatangi telinga, dan kemudian telingapun berkata : "Tidak ada jalan bagimu dari arahku, sesungguhnya dia mendengarkan Al-Qur'an, adzan dan dzikir dengan aku (telinga).

Maka datanglah Malaikat Maut pada kedua mata, dan kedua mata tersebut berkata : "Tidak ada jalan bagimu dai arah kami, sesungguhnya dia melihat Mushaf (Al-Qur'an), wajah para ulama, kedua orang tuanya, dan orang-orang yang shaleh dengan kami (mata).

Kemudian Malaikat Maut pergi menghadap Allah dan berkata : "Wahai Tuhanku, sesungguhnya hambaMu berkata begini dan begini"
Maka Allah Berfiman : "Hai Malaikat Maut, gantungkanlah namaKu pada telapak tanganmu dan perlihatkanlah kepada ruh hambaKu, jika dia melihatnya niscaya dia akan keluar".
Maka ditulislah Asma Allah pada telapak tangannya dan diperlihatkan kepada hamba Allah, maka iapun mengiyakan dan keluarlah ruh hamba tersebut berkah asma Allah, dan hilanglah pahitnya sakaratul maut darinya.
Maka apakah tidak hilang adzab yang pedih darinya bila dadanya tertulis asma Allah?

Sebagaimana FirmanNya :

AFAMAN SARAHALLAAHU SHADRAHUU LIL-IDLSSMI FAHUWA 'ALAA NUURIM MIN RABBIHIL. "Maka orang-oang yang di bukakan oleh Allah hatinya untuk menerima Agama Islam, maka ia berada dalam cahaya (hidayah) dari Tuhannya." (QS. Az-Zumar :22).

Maka apakah tidak hilang darinya siksa dan perkara yang menyusahkan di hari kiamat?
Disebutkan dalam suatu hadits : ada 5 perkara yang menjadi racun yang mematikan dan 5 perkara sebagai penawarnya :
  1. Dunia adalah racun yang mematikan dan Zuhud adalah sebagai penawarnya.
  2. Harta adalah racun yang mematikan dan zakat adalah penawarnya.
  3. Ucapan adalah racun yang mematikan dan dzikir adalah penawarnya.
  4. Umur adalah racun yang mematikan dan taat adalah penawarnya.
  5. Sepanjang tahun adalah racun yang mematikan dan Ramadhan adalah penawarnya.
Di ceritakan dalam suatu hadits : ketika seorang hamba mengalami niza' (sakaratul maut), ada nida' yang menyeru dari sisi Allah : "tinggalkanlah dia supaya bisa istirahat sebentar".
Ketika ruh sampai di dada, Dia Berfirman : "Tinggalkanlah dia supaya bisa istirahat sebentar", begitu juga ketika ruh sampai padai kedua lutut dan pusar.
Ketika sampai pada tenggorokan datanglan nida' (seruan) : "Tinggalkanlah dia sehingga anggota tubuhnya saling berpamitan satu sama lainnya".
Maka Berpamitanlah mata dengan mata seraya berkata : ASSALAAMU 'ALAIKUM ILAA YAUMIL QIYAAMAH. "Semoga keselamatan tetap tercurahkan kepadamu sampai hari kiamat".

Begitu juga kedua telinga, kedua tangan dan kedua kaki dan ruh berpamitan dengan jasad dan iman berpamitan dengan lisan.
Dan semoga kita di lindungi oleh Allah dari pamitannya ma'rifat dan iman dengan hati.
Dan tinggallah dua tangan dan dua kaki yang tidak bergerak, dua mata yang tidak melihat, dua telinga yang tidak mendengar, badan yang tidak bernyawa, lisan tanpa iman, hati tanpa ma'rifat.

Maka demikianlah keadaan hamba yang ada pada liang lahat, tidak terlihat suatu apapun, tidak ada ibu, bapak, anak-anak, saudara, sahabat, tanpa alasdan tanpa hijab.
Maka orang yang tidak dapat melihat Tuhan Yang Mulia, sungguh orang itu dalam kerugian yang besar.

Imam Abu Hanifah berkata : "Perkara yang banyak menyebabkan hilangnya iman seorang hamba adalah waktu sakaratul maut, semoga Allah menjaga kita dan anda dari hilangnya iman (waktu sakaratul maut)".

Baca juga:

Your Reactions: