10 Kelebihan dan Kekurangan HP Android Setelah Di Root
10 Kelebihan dan Kekurangan HP Android Setelah Di Root

10 Kelebihan dan Kekurangan HP Android Setelah Di Root


Smartphone merupakan alat komunikasi yang belakangan ini sering diperbincangkan dan diminati oleh berbagai kalangan. Selain mempermudah komunikasi, smartphone juga menyediakan berbagai aplikasi mulai dari chatting, edit foto, video dan game.
Berbagai macam tipe smartphone bermunculan dan saling bersaing untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya.

Sistem operasi biasanya menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan smartphone. Sistem operasi Android yang dipakai oleh berbagai merk handphone, seperti Samsung, Oppo, lenovo, Asus, HTC dan lainnya, merupakan smartphone yang paling banyak digandrungi oleh orang Indonesia.

Faktor yang menjadikan Android menjadi ponsel nomer satu yang penjualannya laris manis, adalah karena harganya menjangkau semua kalangan masyarakat.
Selain itu Android juga membebaskan penggunanya untuk kustomisasi dan modifikasi ponsel sesuai selera mereka. Dimana kebebasan modifikasi ini jarang bisa bilakukan pada sistem operasi lain.
Pengertian Root
Setiap sistem operasi pada ponsel pasti memiliki batasan yang menghalangi pengguna untuk mengubah sistem yang telah dibuat oleh produsen resminya.
Namun bagi sistem operasi yang bersifat open source seperti Android, batasan tersebut bisa dihilangkan agar pengguna bisa mengambil alih dan mengakses semua file tanpa batas. Proses penghilangan batasan ini dinamakan root atau sistem rooting, melakukan root bisa menggunakkan PC maupun tanpa PC. Fungsi dari root adalah untuk memudahkan pengguna melakukan kustomisasi dan modifikasi ponsel agar terlihat lebih menarik dan berkualitas.

Bila dibandingkan dengan iOS Apple yang juga tidak kalah populer dari Android, iOS lebih membatasi penggunanya untuk memodifikasi perangkat. Namun pengguna iOS bisa menghilangkan batasan tersebut, agar bisa memiliki hak penuh untuk mengunduh aplikasi bajakan maupun orisinil yang tidak tersedia pada Apple App Store. Aktifitas tersebut dinamakan jailbreaking.
Jailbreaking dan root sama-sama menghilangkan garansi hp. Tapi pada Apple, karena jailbreaking tidak meliputi modifikasi hp, sehingga masih bisa dikembalikan garansinya dengan me-restore iPhone jailbreak ke OS standart.
Berhasil atau tidaknya cara tersebut tergantung pada ahli servis masing-masing Apple retail. Sedangkan root Android memberikan hak penuh untuk kustomisasi, modifikasi dan menambah fitur, sehingga garansi tidak bisa kembali.
Meskipun demikian, sistem root ini sudah sangat populer di kalangan para pengguna Android. Dan mereka pun berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas, performa dan tampilan ponsel mereka agar lebih menarik.

Kelebihan Setelah di Root


Sistem rooting dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja sistem dan meningkatkan performanya. Sebelum melakukan rooting, ada baiknya Anda bertanya dan berkonsultasi terlebih dahulu pada orang yang sudah tahu atau ahli dalam bidangnya.
Hal tersebut untuk menghindari kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pengguna yang melakukan root Android mempunyai hak akses administrator untuk membuka file-file yang terkunci, sehingga bisa sepenuhnya memodifikasi Androidnya.

Lalu apa saja kelebihan hp Android setelah di root?
1. Menambah Ruang Penyimpanan
Aplikasi bawaan ponsel atau bloatware kadang memiliki ukuran yang cukup besar sehingga memakan banyak memori.
Padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan hampir tidak pernah Anda gunakan. Bila hp Anda tidak diroot, Anda bisa mengatasinya dengan force close aplikasi tersebut dari menu setting. Cara tersebut mampu mengecilkan memori yang terpakai. Tetapi apabila hp Anda diroot, Anda bisa bebas menghapus aplikasi tersebut agar ruang penyimpanan bertambah dan bisa diisi dengan aplikasi lain.

2. Bebas Download Aplikasi
Google Play Store merupakan market penjualan aplikasi terbesar dan hanya terdapat pada ponsel Android.
Dibandingkan market pada operasi lain, Google Play Store memiliki lebih banyak aplikasi yang jumlahnya sudah mencapai ribuan. Namun walaupun sudah ribuan, ada beberapa aplikasi yang tidak terdapat pada Google Play. Hal ini menyebabkan para pengguna android mendownloadnya dari web browser. Sebelum diroot, kadang tidak semua aplikasi dari browser bisa didownload. Tetapi apabila sudah diroot, Anda bebas mendownload aplikasi darimana saja, baik itu bajakan maupun original.

3. Kustomisasi ROM
Melakukan root pada hp Android menjadikan Anda seperti layaknya seorang developer yang bisa mengubah, menambah bahkan merusak sistem yang sudah ada. Kustomisasi ROM berfungsi untuk memodifikasi tampilan hp, mulai dari tema, font, keyboard, lockscreen, dan lain sebagainya. Selain itu juga untuk menambah memori internal agar lebih banyak sehingga lebih bebas menyimpan berbagai aplikasi.
4. Meningkatkan Performa Custom Kernel
Custom Kernel bertanggung jawab dalam menghubungkan aplikasi android pada hardware ponsel. Custom kernel ini juga berfungsi agar pengisian baterai lebih cepat dan pemakaiannya lebih awet.
Dengan sistem rooting maka performa dari custom kernel akan lebih meningkat dan maksimal.

5. Memindahkan Aplikasi
Beberapa aplikasi tertentu seperti Whatsapp atau BBM hanya bisa disimpan pada memori internal dan tidak bisa dipindahkan ke eksternal. Hal ini menyebabkan memori internal berpotensi lebih cepat penuh dan bisa menyebabkan kerja sistem menjadi agak lambat. Dengan root Android mampu membuka batasan tersebut, agar aplikasi bisa dipindah ke memori eksternal.

6. Menambah Kemampuan Processor
Prosesor merupakan komponen utama dari ponsel. Berfungsi untuk mengontrol seluruh kinerja sistem. Dengan melakukan overlock processor pada hp yang sudah di root, dapat meningkatkan kemampuan prosesor menjadi lebih cepat dan maksimal. Overlock processor yaitu suatu proses menambah kecepatan prosesor agar melebihi keecepatan default atau standart dari ponsel.

7. Memblokir Iklan
Iklan yang sering mondar-mandir di aplikasi, browser maupun game kadang membuat penggunanya jengkel. Selain mengganggu pemandangan, banyaknya iklan juga membuat aplikasi berjalan lambat. Root Android juga berfungsi untuk memblokir semua iklan tersebut, yaitu dengan cara download aplikasi AdAway. Pada hp non root, blokir iklan juga bisa dilakukan. Namun caranya tidak semudah saat hp Anda sudah diroot.

8. Menambah Kapasitas RAM
RAM berfungsi untuk membantu prosesor dalam menyimpan dan memantau aplikasi yang sedang berjalan. Semakin besar kapasitas RAM pada ponsel, maka kemampuan multitasking atau kemampuan ponsel untuk menjalankan banyak aplikasi sekaligus dalam satu waktu, juga semakin besar. Namun terlalu banyak aplikasi yang dibuka, juga bisa menyebabkan RAM ponsel penuh dan sistem berjalan lambat. Hal inilah yang sering menjadi masalah pada para gamers. Sehingga mereka memanfaatkan root untuk menambah kapasitas RAM atau mengakalinya dengan menggunakan aplikasi Greenify yang dapat membuat kerja RAM lebih ringan dan performanya lebih maksimal.

9. Menghemat Daya Baterai HP
Baterai sama halnya dengan RAM, tenaganya akan cepat habis bila terlalu banyak aplikasi yang dibuka.
Pengatasannya adalah dengan melakukan kalibrasi baterai untuk menghemat daya baterai hp. Caranya yaitu setelah hp Anda diroot, Anda bisa download battery calibration di Google Play Store untuk mengkalibrasi baterai agar penggunaannya bisa tahan lama.

10. Backup Data
HP yang sudah diroot bukan hanya bisa melakukan backup file saja, namun juga mampu melakukan backup aplikasi dan sistem. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi apabila hp error atau aplikasi tidak sengaja terhapus. Jika terjadi hal tersebut, maka Anda tingga ambil data yang sudah pernah dibackup, jadi Anda tidak perlu download ulang aplikasinya.

Kekurangan Setelah di Root


Ada kelebihan, pasti ada kekurangannya juga. Begitu juga halnya dengan sistem rooting pada hp Android. Setelah hp di root, kinerja hp akan lebih maksimal dan cepat. Namun seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan akan muncul masalah pada sistem maupun perangkat.
Apa saja kekurangan dari sistem root?

1. Menghilangkan Garansi Resmi Ponsel
Meskipun jangka waktu garansi hp masih lama, pihak produsen resmi android tidak akan bertanggung jawab terhadap kerusakan sistem maupun komponen perangkat, bila mengetahui hp sudah pernah diroot. Cara unroot ada kemungkinan berhasil, namun persentasenya sangatlah kecil. Apabila Anda memang sangat ingin root hp Anda, lebih baik lakukan saat garansi hp sudah habis.

2. Kesalahan Root
Kesalahan dalam proses root bisa saja terjadi. Hal ini biasanya disebabkan karena salah download aplikasi root, tidak menyelesaikan proses root sampai tuntas atau baterai lemah saat proses root. Hal tersebut bisa menyebabkan kerja sistem ponsel terganggu dan bahkan menyebabkan hp mati total (bootloop). Maka dari itu sebaiknya berhati-hati dan lebih baik jangan melakukan root bila kurang ahli.

3. Rawan Terkena Virus dan Malware
Root Android benar-benar menghilangkan sistem keamanan ponsel. Tidak adanya tingkat keamanan, maka ponsel sangat rentan terkena virus dan malware yang bisa menyerang data-data Anda. Bahkan resiko terburuknya adalah virus-virus tersebut bisa menyebabkan hp Anda error atau mati. Apabila Anda tetap ingin melakukan root, maka Anda harus siap dengan resiko ini.

4. Hilangnya Update Otomatis
Biasanya Google melakukan update sistem Android setiap 3 bulan sekali. Update sistem ini bermanfaat untuk memperbaiki ataupun memperbaharui sistem, fitur dan aplikasi. Hp yang belum diroot akan melakukan update secara otomatis. Namun hp yang sudah diroot, update otomatis akan hilang, sehingga Anda harus melakukan update secara manual.

5. Kinerja sistem Menurun
Rooting membuat sistem bekerja melampaui batas kapasitas ponsel. Pada awalnya, ponsel akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun seiring berjalannya waktu, karena terlalu dipaksa untuk bekerja cepat, maka kualitas dan performa sistem bisa menurun.

6. Ponsel Lebih Cepat Panas
Optimasi yang berlebihan pada sistem dan perangkat akan membuat baterai hp cepat panas. Panas pada baterai tersebut dapat dhantarkan ke seluruh lapisan ponsel. Lebih baik hentikan pemakaian saat temperaturnya panas. Walaupun baterai dalam keadaan akan habis, jangan dicharger terlebih dahulu. Tunggu sampai temperaturnya turun atau kembali normal, baru charger hp Anda.

7. Aplikasi Tidak Berjalan
Akibat lain dari root Android adalah menyebabkan beberapa aplikasi seperti kamera bisa error atau tidak bisa digunakan. Selain itu, fitur wifi dan bluetooth juga kadang tidak dapat diaktifkan. Bila terjadi seperti ini, sebaiknya unroot hp Anda. Unroot adalah mengembalikan hp ke keadaan semula.

8. Kerusakan Hardware
Walaupun Android open source, tapi terkadang sistem android menolak adanya root dan hal ini bisa menyebabkan kerusakan komponen-komponen perangkat maupun sistem. Lebih baik sebelum root, cari tahu dulu tentang tipe ponsel Anda apakah bisa diroot dan kalau bisa sebaiknya menggunakan cara yang mana.

9. HP Restart Otomatis
Pemakaian yang berlebihan pada ponsel bisa menyebabkan hp restart secara otomatis. Hal ini bisa terjadi karena sistem sudah benar-benar bekerja di atas kemampuannya. Lebih baik hentikan pemakaian bila Anda merasa hp mulai berjalan lambat. Berikan waktu untuk ponsel Anda istirahat agar bisa digunakan lagi nantinya.

10. Daya tahan sistem berkurang
Melihat kekurangan-kekurangan yang sudah disebutkan di atas, tentu membuat daya tahan hp berkurang. Root memang meningkatkan performa sistem, namun daya tahannya tidak akan lama. Berbeda bila tidak diroot, maka sistem berjalan normal sesuai dengan kekuatan dan kapasitasnya.
Sumber terpercaya: https://daftarhargahp.co.id/kelebihan-hp-android-setelah-di-root/

Baca juga:

Your Reactions: